HUBUNGAN USIA IBU MENIKAH DENGAN RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALIBELO
DOI:
https://doi.org/10.71369/z7qr2m73Keywords:
Usia Ibu Menikah, Risiko Kejadian StuntingAbstract
Latar Belakang: Kesiapan reproduksi ibu sangat berperan penting bagi kesehatan anak, di mana kesiapan tersebut sangat ditentukan oleh usia saat menikah. Pernikahan pada usia dini berisiko menyebabkan ketidakseimbangan gizi pada ibu hamil yang dapat memicu stunting pada anak.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara usia ibu menikah dengan risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Palibelo.
Metode: Penelitian analitik korelatif dengan desain cross-sectional study. Sampel berjumlah 100 ibu yang memiliki balita, diambil dengan teknik random sampling. Data diperoleh melalui lembar observasi dan buku KMS, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menikah pada usia dini (<20 tahun) sebanyak 17% dan usia normal (≥20 tahun) sebanyak 83%. Kejadian risiko stunting pada balita ditemukan sebesar 10%. Hasil uji statistik memperoleh nilai p-value 0,079 (> 0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu menikah dengan risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Palibelo.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Estiti Ardianti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









